Alga Laut sebagai Biotarget Industri

Ditinjau secara biologi, alga merupakan kelompok tumbuhan yang berklorofil yang
terdiri dari satu atau banyak sel dan berbentuk koloni. Di dalam alga terkandung
bahan-bahan organik seperti polisakarida, hormon, vitamin, mineral dan juga senyawabioaktif. Sejauh ini, pemanfaatan alga sebagai komoditi perdagangan atau bahan baku industri masih relatif kecil jika dibandingkan dengan keanekaragaman jenis alga yang ada di Indonesia. Padahal komponen kimiawi yang terdapat dalam alga sangat bermanfaat bagi bahan baku industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain.
Berbagai jenis alga seperti Griffithsia, Ulva, Enteromorpha, Gracilaria, Eucheuma, dan
Kappaphycus telah dikenal luas sebagai sumber makanan seperti salad rumput laut
atau sumber potensial karagenan yang dibutuhkan oleh industri gel. Begitupun dengan
Sargassum, Chlorela/Nannochloropsis yang telah dimanfaatkan sebagai adsorben logam
berat, Osmundaria, Hypnea, dan Gelidium sebagai sumber senyawa bioaktif,
Laminariales atau Kelp dan Sargas sum mut i cum yang mengandung senyawa alginat
yang berguna dalam industri farmasi. Pemanfaatan berbagai jenis alga yang lain adalah
sebagai penghasil bioetanol dan biodiesel ataupun sebagai pupuk organik.

Alga Laut sebagai Sumber Makanan
Kandungan bahan-bahan organik yang terdapat dalam alga merupakan sumber mineral
dan vitamin untuk agar-agar, salad rumput laut maupun agarose. Agarose merupakan
jenis agar yang digunakan dalam percobaan dan penelitian dibidang bioteknologi dan
mikrobiologi.
Potensi alga sebagai sumber makanan (terutama rumput laut), di Indonesia telah
dimanfaatkan secara komersial dan secara intensif telah dibudidayakan terutama
dengan tehnik polikultur (kombinasi ikan dan rumput laut).
Alga Laut sebagai Adsorben Logam Berat
Pemanfaatan sistem adsorpsi untuk pengambilan logam-logam berat dari perairan telah
banyak dilakukan. Beberapa spesies alga telah ditemukan mempunyai kemampuan
yang cukup tinggi untuk mengadsorpsi ion-ion logam, baik dalam keadaan hidup
maupun dalam bentuk sel mati (biomassa). Berbagai penelitian telah membuktikan
bahwa gugus fungsi yang terdapat dalam alga mampu melakukan pengikatan dengan ion logam. Gugus fungsi tersebut terutama adalah gugus karboksil,
hidroksil, sulfudril, amino, iomodazol, sulfat, dan sulfonat yang terdapat didalam dinding
sel dalam sitoplasma.

Alga Laut sebagai Sumber Senyawa Bioaktif
Alga hijau, alga merah ataupun alga coklat merupakan sumber potensial senyawa
bioaktif yang sangat bermanfaat bagi pengembangan (1) Industri farmasi seperti
sebagai anti bakteri, anti tumor, anti kanker atau sebagai reversal agent dan (2)
Industri agrokimia terutama untuk antifeedant, fungisida dan herbisida.
Kemampuan alga untuk memproduksi metabolit sekunder terhalogenasi yang bersifat
sebagai senyawa bioaktif dimungkinkan terjadi, karena kondisi lingkungan hidup alga
yang ekstrem seperti salinitas yang tinggi atau akan digunakan untuk
mempertahankan diri dari ancaman predator. Dalam dekade terakhir ini, berbagai
variasi struktur senyawa bioaktif yang sangat unik dari isolat alga merah telah berhasil
diisolasi. Namun pemanfaatan sumber bahan bioaktif dari alga belum banyak dilakukan.
Berdasarkan proses biosintesisnya, alga laut kaya akan senyawa turunan dari oksidasi
asam lemak yang disebut oxylipin. Melalui senyawa ini berbagai jenis senyawa
metabolit sekunder diproduksi.

Alga Laut sebagai Sumber Senyawa Alginat
Alginat merupakan konstituen dari dinding sel pada alga yang banyak dijumpai pada
alga coklat (Phaeophycota). Senyawa ini merupakan heteropolisakarida dari hasil
pembentukan rantai monomer mannuronic acid dan gulunoric acid. Kandungan alginat
dalam alga tergantung pada jenis alganya. Kandungan terbesar alginat (30-40 % berat
kering) dapat diperoleh dari jenis Laminariales sedangkan Sargassum Muticum, hanya
mengandung 16-18 % berat kering.
Pemanfaatan senyawa alginat didunia industri telah banyak dilakukan seperti natrium
alginat dimanfaatkan oleh industri tektil untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas
bahan industri, kalsium alginat digunakan dalam pembuatan obat-obatan. Senyawa
alginat juga banyak digunakan dalam produk susu dan makanan yang dibekukan untuk
mencegah pembentukan kristal es. Dalam industri farmasi, alginat digunakan sebagai
bahan pembuatan pelapis kapsul dan tablet. Alginat juga digunakan dalam pembuatan
bahan biomaterial untuk tehnik pengobatan seperti micro-encapsulation dan cell
transplantation.

Alga Laut sebagai Penghasil Bioetanol dan Biodiesel
Meskipun masih dalam tahap riset yang mendalam, potensi alga laut sebagai penghasil
bioetanol dan biodiesel sangat menjanjikan dimasa mendatang. Negara-negara maju
seperti Amerika Serikat, Jepang dan Kanada mentargetkan mulai tahun 2025 bahan
bakar hayati (biofuel) bisa diproduksi dari budidaya cepat alga mikro yang tumbuh
diperairan tawar/asin. Keuntungan lebih yang dapat diperoleh adalah tak butuh traktor
seperti didarat, tanpa penyemaian benih, gas CO2 yang dihasilkan dapat dimanfaatkan
sebagai bahan bakar dan panen yang terus-terusan (continuous) yang dikarenakan
waktu tanam alga hanya 1 minggu. Berikut adalah gambar skenario mekanisme
pembuatan bioetanol dan biodiesel dari alga laut.
Gambar 2. Skenario mekanisme pembuatan bioetanol dan biodiesel dari alga laut
(Soerawidjaja, 2005).

Alga Laut sebagai Pupuk Organik
Dikarenakan kandungan kimiawi yang terdapat dalam alga laut merupakan nutrien yang
sangat penting bagi semua mahluk hidup termasuk tumbuh-tumbuhan, maka alga laut
dapat dimanfaatkan sebagai sumber alternatif penganti pupuk-pupuk pertanian yang
mengandung bahan kimia sintesis.
Alga dapat digunakan sebagai pupuk organik karena mengandung bahan-bahan mineral
seperti potasium dan hormon seperti auxin dan sytokinin yang dapat meningkatkan
daya tumbuh tanaman untuk tumbuh, berbunga dan berbuah.
Pemanfaatan alga sebagai pupuk organik ditunjang pula oleh adanya sifat hydrocolloids
pada alga laut yang dapat dimanfaatkan untuk penyerapan air (daya serap tinggi) dan
menjadi substrat yang baik untuk mikroorganisme tanah.

dikutip langsung: http://www.rumputlaut.org/Alga%20Laut%20Sebagai%20Biotarget%20Industri.pdf

3 thoughts on “Alga Laut sebagai Biotarget Industri

  1. saya punya banyak rumput laut sargasum. tolong cari pembeli yang benar-benar serius. Trims

  2. askum, ada ga yang punya makalah atau contoh skripsi tentang senyawa bioaktif yang dikandung dalam rumput laut dan bakteri yang ada bersimbiosis didalamnya…klo da, tlong infokan ke saya yah…trims…

  3. wa’alaikum salam..
    Waduw..lo mzlh i2 saya coba tanyakn k kakak tingkat dulu y!
    Ntar saya konfirm lagi🙂

Silahkan tinggalkan pesan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s